Saturday, 15 Jun 2024
  • Selamat datang di Website SMP Negeri 1 Mangkutana
  • Selamat datang di Website SMP Negeri 1 Mangkutana

Genre VS Bullying: Sekolah Aman dan Nyaman Tanpa Perundungan

UPTD SMP Negeri 1 Mangkutana kembali melaksanakan salah satu program sekolah dalam rangka mengurangi angka kasus perundungan (bullying) yang selama ini terjadi. Bahkan harapan warga sekolah, bila perlu kasus perundungan itu betul-betul tidak terjadi di sekolah. Adam Malik, S.Pd. selaku kepala sekolah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kepala sekolah berharap kegiatan seperti ini harus rutin dilaksanakan sebagai bentuk aksi nyata dari rapor pendidikan yang selama ini perlu dilakukan evaluasi.

genre vs bullying

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Selain memberikan dampak positif bagi sekolah juga memberikan gambaran terkait komitmen kita yang dimuat pada visi-misi sekolah. Saya juga berterima kasih kepada bapak-ibu guru yang telah berkontribusi aktif sehingga kegiatan ini terselenggarakan dengan baik. Kedepan program seperti ini tidak hanya dilaksanakan oleh PIK-Remaja saja tetapi juga semua organisasi yang ada di sekolah. Saya sebagai pimpinan siap memfasilitasi semua kebutuhan yang diperlukan” tutur Adam Malik yang juga merupakan salah satu kepala sekolah penggerak yang ada di Luwu Timur.

Gunawati, S.Pd. selaku pembina PIK-Remaja Mandalik juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Narasumber Yusuf Firmansyah yang merupakan alumni UPTD SMP Negeri 1 Mangkutana dan sekarang terpilih menjadi Juara 1 Duta Genre Putra Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2023 atas kesempatanya dalam memberikan materi tentang “Genre VS Bullying” kepada murid-murid di sekolah terkhusus anggota PIK-Remaja.

Pembina PIK-Remaja ini juga menyampaikan bahwa kegiatan ini berlangsung atas kerja sama dengan Koordinator Bimbingan dan Konseling Bapak Arno, S.Pd. serta Calon Guru Penggerak Angkatan 7 yang ada di sekolah ini yakni Bapak Irmal Gunawan, S.Pd., Gr., M.Pd.

genre vs bullying

Irmal Gunawan selaku calon Guru Penggerak Angkatan 7 yang sekaligus sebagai Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas berharap kasus perundungan tidak terjadi lagi di sekolah ini. Beliau memberikan istilah SENANDUNG (Sekolah Aman dan Nyaman Tanpa Perundungan). Calon Guru Penggerak ini memberikan ide kepada pembina PIK-Remaja kiranya memanfaatkan pendidik sebaya dan konselor sebaya untuk dibentuk sebuah tim sebagai Agen Anti Perundungan di sekolah dan dikukuhkan oleh kepala sekolah.

Tim ini nantinya yang akan melaksanakan observasi hingga pada perancangan program dalam menyelesaikan kasus perundungan yang terjadi di sekolah. Dengan demikian sekolah memberikan kesempatan (choice), mendengarkan suara murid (voice)dan membangun rasa kepemilikan bagi murid (ownership) sehingga tercipta kepemimpinan murid (Student Agency).

This article have

0 Comment

Leave a Comment

 

Berita Edukasi

Perangkat Pembelajaran