Sunday, 19 Sep 2021
  • Keluarga Besar SMP Negeri 1 Mangkutana Mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

IRMAL GUNAWAN, S. Pd. Gr : “Pentingnya Kualitas Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menjawab Tantangan Bonus Demografi”

IRMAL GUNAWAN, S. Pd. Gr : “Pentingnya Kualitas Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menjawab Tantangan Bonus Demografi”

*) Artikel ini ditulis oleh Irmal Gunawan, S. Pd., Gr. Beliau adalah salah seorang PTK berprestasi di SMP Negeri 1 Mangkutana yang  mendapatkan beasiswa S2 di salah satu Universitas Negeri terkemuka di Makassar.

Dewasa ini kita sedang menghadapi era revolusi industri keempat yang dikenal dengan istilah revolusi industri 4.0. Pada era ini terjadi perubahan yang begitu pesat dalam tatanan kehidupan manusia tak terkecuali dalam dunia pendidikan. Era revolusi industri 4.0 atau dikenal juga dengan era digital terjadi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang dilakukan secara penuh (internet of things, artificial intelligence, human machine interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing) sehingga proses pembelajaran dalam dunia pendidikan tidak lagi mengenal batas ruang dan waktu, kapan pun dapat belajar dan dimana pun adalah tempat belajar.

Menurut Indra Charismiadji, ada tiga hal yang perlu diubah dari sisi edukasi di Indonesia yakni: (1) mengubah sifat dan pola pikir anak-anak muda generasi milenial Indonesia saat ini; (2) pentingnya peran sekolah dalam mengasah dan mengembangkan bakat generasi penerus bangsa; dan (3) pengembangan kemampuan institusi pendidikan untuk mengubah model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini.

Tantangan kita kedepan tidak hanya berbicara terkait bagaimana memperoleh pendidikan dengan mengandalkan kemampuan kognitif semata di bangku sekolah tetapi juga bagaimana memperoleh keterampilan yang mumpuni dalam menjawab tantangan bonus demografi sehingga mampu bersaing dalam dunia kerja yang sudah sebagian besar berbasis teknologi. Sebut saja di beberapa negara maju seperti Jepang dan Tiongkok yang telah memanfaatkan robot sebagai tenaga kerja. Oleh sebab itu, kualitas pendidikan menjadi sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan.

Selain itu, guna meningkatkan kualitas pendidikan di era 4.0 dalam menjawab tantangan bonus demografi maka diperlukan perubahan pola pikir dengan cara mengikuti arus perubahan teknologi informasi namun masih tetap mengedepankan karakter. Dengan memperbanyak literasi dan numerasi yang dibarengi dengan kemampuan 4C (critical thinking, communication, collaboration, creativity and innovation) diharapkan mampu menjadi generasi pencipta lapangan kerja bukan pencari kerja. Penting juga diperlukan penguatan pendidikan karakter dengan mampu mengolah  4 (empat) hal  yakni olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga sehingga perkembangan teknologi informasi tak akan pernah mampu menggantikan manusia namun menjadi alat bantu dalam mempercepat proses perubahan.

Sejatinya pembelajaran di era revolusi industri 4.0 merupakan pembelajaran yang dapat:

  • Dilaksanakan di mana saja dan kapan saja (learning can be taken place anytime anywhere)
  • Dilaksanakan secara personal (learning will be personalized to individual students)
  • Pembelajaran langsung melalui pengalaman lapangan seperti magang, bimbingan proyek dan proyek kolaborasi (students will be exposed to more hands-on learning through field experience such as internships, mentoring projects and collaborative projects)
  • Pembelajaran berbasis proyek (students will be exposed to more project-based learning)
  • Pembelajaran berupa aplikasi praktik
  • Pembelajaran dievaluasi bukan diuji
  • Kepemilikan pembelajaran oleh siswa
  • Pembelajaran yang selalu membuka ruang untuk siswa dalam berinovasi dan berkreasi

Oleh sebab itu, diperlukan pemerataan dan pemenuhan akses, sarana dan prasarana serta kualitas lulusan yang mampu bersaing dengan tuntutan perkembangan. Dengan demikian, pada era ini guru dituntut untuk dapat adaptif dengan zaman dan mampu menguasai teknologi agar dapat menyesuaikan dengan peserta didik. Seorang guru harus mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar pada setiap jenjang pendidikan. Upaya ini dilakukan agar dapat mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan kompetensi tak terbatas, meskipun teknologi informasi dan komunikasi berkembang demikian cepat dan sumber-sumber belajar diperoleh dengan begitu cepat dan mudah namun peran guru tak akan pernah dapat tergantikan oleh kemajuan teknologi tersebut.

 

Pendidikan bermutu adalah pendidikan yang mampu melakukan proses pematangan kualitas peserta didik yang dikembangkan dengan cara membebaskan peserta didik dari ketidaktahuan, ketidakmampuan, ketidakberdayaan, ketidakbenaran, ketidakjujuran, dan dari buruknya akhlak dan keimanan. Untuk memenangkan persaingan, para penyelenggara pendidikan harus memiliki spirit selalu berada di depan perubahan dengan jaminan bahwa mereka akan sampai lebih dulu di garis finis, karena persaingan adalah adu cepat untuk mencapai garis finis. Di masa ini diperlukan lembaga pendidikan yang bermutu. Lembaga pendidikan yang mengedepankan mutu akan menghasilkan lulusan yang bermutu pula. Namun, di era persaingan yang ketat ini, mutu saja tidaklah cukup untuk membangun lembaga pendidikan yang sukses, para pengelola lembaga pendidikan harus mampu menjadikan lembaganya berdaya saing sehingga mampu menjawab tantangan bonus demografi yang sedang dihadapi saat ini.(IG)

 

Administrator

Tulisan Lainnya

PAS SEMESTER GENAP 2020-2021
Oleh : Administrator

PAS SEMESTER GENAP 2020-2021

MATERI BDR KELAS IX : CHAPTER 1

11 Komentar

Harnita, Friday, 1 May 2020

Peran orang tua juga sangat penting selaku individu yang paling banyak menghabiskan waktu bersama anak di rumah karena di lingkungan keluargalah pendidikan karakter itu dimulai.kita tentu tidak ingin,siswa kita pintar di bidang teknologi namun miskin akan nilai sopan santun.orang tua yang katakanlah memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan,saya kira tidak ada masalah,namun untuk orang tua yang cuek akan pentingnya pendidikan,saya kira akan menjadi satu masalah juga.disinilah penting untuk mengkolaborasikan peran keluarga,sekolah dan masyarakat untuk mencapai sinergi dalam mewujudkan tujuan pendidikan di era 4.0

Reply
Ridha Alfiana, Friday, 1 May 2020

Sejatinya memang pendidikan tidak hanya disajikan hanya sekedar teori sebaiknya ada praktek yang d dukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Dan sebagai guru harus siap menerima perubahan yang ada, bukan kita yang bertambah kuat tetapi tantangan yang semakin besar. Jadi kita harus siap untuk menghdapai perubahan yang terjadi di era modern ini

Reply
Bayu Permana, Friday, 1 May 2020

Kualitas pendidikan yang bermutu memang perlu ditingkatkan, agar siswa benar-benar mengerti dan bisa memngaplikasikan ilmunya dengan baik

Reply
Habil, Friday, 1 May 2020

Dari artikel ini. Saatnya memperbanyak literasi dan numerasi yang di dukung dengan 4C. Untuk menjawab tantangan industri 4.0. Salam literasi. Mahasiswa jurusan Biologi.

Reply
Azizah Mujahidah Annisa, Friday, 1 May 2020

Sangat setuju Pak Irmal, kita tentu wajib siap mencetak generasi yang kaya tidak hanya kemampuan kognisi tetap lebih dari itu penerus bangsa yang kaya akan skill dengan tetap mengedepankan pembangunan karakter anak, poin poin pembelajaran d atas tentu menjadi hal penting untuk mendukung tujuan pendidikan,

saya percaya jutaan bahkan puluhan juta pendidik punya komitmen yg sama, punya kompetensi yang unik, adaptif, responsif, serta partisipatif yg mampu mempersiapkan penerus bangsa siap saing, mumpuni soft n hard skills, dg karakter yg insyaallah baik. Aminnn

Terima kasih untuk tulisan yg sangat bermakna ini, ditunggu karya” penyemangat lainnya. Sukses terus SMPN 1 Mangkutana

Reply
Zulfaaiza, Friday, 1 May 2020

Demi peningkatan mutu pendidikan khususnya di luwu timur, insya Allah dialah sosok yg siap membawa perubahan untuk dunia pendidikan, sehat terus dan kembangkan karya2ta…semoga berkah

Reply
Bunda wira, Friday, 1 May 2020

Kemajuan teknologi mengarahkan manusia siapa yang cepat dia yang dapat,tapi kembali dengan zona waktu setiap manusia berbeda-beda.👍👍

Reply
Pratama, Friday, 1 May 2020

Sebagai mantan siswa SMP Mangkutana, mohon izin komen sedikit
Untuk dapat membuat aplikasi untuk proses belajar mengajar ada 4 tahap yang harus dilalui yaitu:
1.Suprastruktur
Pra-kondisi bagi pembangunan dan pengoperasian teknologi Pendidikan : Kultur budaya Indonesi yang beragam suku budaya dan agama, Kemudian Regulasi pemerintah melalui UU ITE, Kepemimpinan Nasional dan Daerah, serta manajemen SDM,
2.Infrastruktur
Sumber daya fisik dan virtual yang mendukung arus, penyimpanan, pengolahan dan analisis: Server (local/Cloud), Jejaring,Satelit komunikasi (Perangkat Keras, Perangkat lunak). Kendala yang di hadapi adalah investasi Infrastruktur yang mahal serta permainan elit menyebabkan telkomsel dan Indosat jatuh ke tangan asing, ditambah salah satu aplikasi yang tren saat ini Ruang Guru dikabarkan saham perusahaan dikuasai asing pula.
Pekerjaan Rumah (PR) bagi kita semua yang masih memiliki jiwa nasionalime untuk membangun infrastruktur yang mandiri khususnya di sekolah.
3.Proses Manajemen
Pengorganisasian dan pengkoordinasian segala aktivitas pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, pendistribusian data dan informasi: Struktur organisasi, SOP
Dunia pendidikan saat ini telah masuk dalam area bisnis yang menggiurkan, untuk itu Struktur organisasi dalam lembaga pendidikan Formal dan non formal berpijak pada sendi-sendi, adaptasi kultur serta karakter, Inovasi, dan kolaborasi, untuk memajukan dunia pendidikan. Teori organisasi kontigensi mengatakan Organisasi yang berkembang adalah organisasi yang mampu beradaptasi dengan lingkungan(Internal dan eksternal). Sekolah menjadi sebuah organisasi yang mampu menyediakan proses belajar mengajar secara digital audio visual.
4.Aplikasi Pendidikan
Program computer yang merupakan interface (Jendela interaksi) antara pengguna dan sistem teknologi pendidikan. Suprastruktur, Infrastruktur serta Proses Manajemen menjadi pondasi untuk masuk dalam era digitalisasi dunia pendidikan. Ketiga elemen diatas saling mendukung satu sama lain membentuk sebuah kompleksitas yang saling mempengaruhi satu sama lain. Aplikasi tercipta untuk mendukung proses belajar dari mana saja siswa dan guru dapat mengakses.

Reply
Suriyanto, Friday, 1 May 2020

Sukses selalu pak guru…dirimu selain gila prestasi…juga gila ilmu. Saya selalu mendukung kegilaanmu…

Reply
Muh Alpheratz firdaus, Friday, 29 May 2020

Mantap betul ini guru andalan

Reply
Nurhuni, Thursday, 4 Jun 2020

Mantap mentong ini pemateri bimbelku e, tingkat terus prestasinya pak guru

Reply

KELUAR