Friday, 03 Dec 2021
  • Keluarga Besar SMP Negeri 1 Mangkutana Mengucapkan Selamat Hari Guru 2021 "Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan"

Gunawati, S. Pd : “Pendidikan Anak Adalah Tanggung Jawab Keluarga, Sekolah dan Masyarakat”

Gunawati, S. Pd : “Pendidikan Anak Adalah Tanggung Jawab Keluarga, Sekolah dan Masyarakat”

*) Artikel ini ditulis oleh Gunawati, S. Pd. Beliau adalah guru mapel IPS di SMP Negeri 1 Mangkutana.

Berbicara tentang pendidikan maka kita akan berfokus pada Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam Undang-Undang tersebut menjelaskan bahwa tujuan pendidikan itu adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Setiap warga negara berhak untuk mendapatkan pendidikan dan itu dijamin dalam Undang-Undang. Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara menjelaskan bahwa pendidikan itu hanya akan berjalan dengan baik apabila ada sinergitas antara lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Lingkungan inilah yang selanjutnya disebut sebagai tripusat pendidikan

Dalam mewujudkan tujuan pendidikan seperti yang dimaksud dalam Undang-Undang Pendidikan maka dibutuhkan kerja sama yang baik oleh semua pihak, baik pihak keluarga, sekolah dan masyarakat. Tanpa adanya kerja sama yang baik oleh ketiga komponen tersebut maka tujuan pendidikan akan sulit tercapai secara maksimal.

Dengan demikian kemajuan pendidikan  tidak hanya di tentukan oleh kehebatan seorang guru sebab masih ada faktor lain seperti luas wilayah, jumlah penduduk, faktor sosial budaya dan keterjangkauan dari semua sistem yang ada dan itu merupakan hal yang tidak dapat kita pungkiri, juga memberi pengaruh terhadap pendidikan anak.

Ketika kita bertanya kepada siswa apakah pernah kalian sepulang sekolah ditanya oleh orang tua kalian, “Tadi belajar apa? Adakah tugas dari sekolah?” sebagian besar dari mereka menjawab tidak pernah. “Pernahkah kalian ditegur atau dimarahi oleh orang tua kalian ketika malas ke sekolah?” sebagian besar mengatakan tidak. “Pernahkah kalian pada saat pagi hari hendak berangkat ke sekolah, orang tua berpesan belajar yang baik jangan buat masalah di sekolah?” sebagian besar juga mengatakan tidak pernah. Bahkan ada yang mengatakan, “Nak pokoknya yang penting sekolah dan nanti dapat ijasah”.

 

Foto Bersama Anak Wali(sumber: dok. sekolah)

 

Ungkapan seperti itulah yang seakan –akan menitikberatkan bahwa pendidikan anak itu hanyalah tanggung jawab sekolah semata. Mereka lupa bahwa anak-anak mereka menghabiskan banyak waktunya pada lingkungan keluarga dan pergaulan di masyarakat. Ketika anak bermasalah pihak sekolah berkirim surat untuk orang tua tidak semua orang tua merespon dengan baik. Ada yang mengatkan “Aah, malas saya datang”,  ada juga yang datang dengan mengatakan “Memang sudah sifatnya begitu”, ada juga yang datang berkata “Tidak mungkin anak saya begitu karena saya orang tuanya saya tahu anak saya baik” dan ada pula yang datang dengan nada keberatan bila anaknya ada kasus di sekolah.

Tapi kadang profesi kami sebagai guru sering dipandang sebelah mata. Katanya banyak nuntut, mati rasa dan lain-lain. Orang memandang kami sebagai orang yang mati rasa. Padahal kenyataan setiap hari, hati kami terluka, dan harus sabar dan sabar hingga harus menahan rasa sakit hati.

Dalam satu hari kami mengajar tiga kelas yang mana rata-rata dalam satu kelas terdiri dari 32 siswa sehingga dalam satu hari kita harus mendidik siswa sebanyak 96 orang dengan berbagai macam karakter, sosial-budaya dan kemampuan ekonomi yang berbeda. Selain tugas mengajar  dan administrasi kami masih ada tugas tambahan seperti wali kelas, serta tugas pembimbingan lainnya. Jadi tidak hanya dibutuhkan skill yang bagus tetapi juga dibutuhkan kesabaran tingkat dewa. Dari sinilah kita dapat melihat bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh guru saja dalam hal ini sekolah, tetapi juga ditentukan oleh semua komponen baik keluarga maupun masyarakat.

(Gunawati)

Administrator

Tulisan Lainnya

PAS SEMESTER GENAP 2020-2021
Oleh : Administrator

PAS SEMESTER GENAP 2020-2021

MATERI BDR KELAS IX : CHAPTER 1

1 Komentar

Irmal Gunawan, Friday, 29 May 2020

Betul sekali, memang dibutuhkan kolaborasi diantara ketiga komponen tersebut. Ketiganya mesti bersinergi agar dapat menciptakan tujuan pendidikan sebagaimana yang diamanhkan UUD 1945. Oleh karena itu,pihak sekolah sebaiknya membagi informasi tersebut kepada orang tua peserta didik. Tetap semangat, mari berkarya untuk bangsa 💪💪💪

Reply

KELUAR